Sebuah kehidupan yang keras akan membuat Anda mengalami penuaan dini,
ungkap para peneliti seperti yang dirilis oleh Time. Lebih jauh,
anak-anak yang selama masa tumbuh-kembangnya mengalami kekerasan dan bullying saat masih berumur muda, akan mengalami perubahan DNA dan berpengaruh pada penuaan prematur.
Sekelompok peneliti internasional berhasil menemukan fakta tersebut dengan menganalisa data dari Environmental Risk Study (E-Risk)
yang melibatkan 2.232 anak-anak yang lahir antara tahun 1994 dan 1995
di Inggris dan Wales. Para periset yang memfokuskan penelitian pada 236
anak yang berumur 5 sampai 10 tahun menemukan bahwa hampir separuh dari
mereka mengalami kekerasan.
Kekerasan tersebut mereka terima, baik dari orangtua (khususnya ibu)
mereka, teman-teman dan lingkungannya, dari orang-orang dewasa yang
menjadikan mereka sebagai objek dari aksi agresif.
Idan Shalev, pemimpin dari penelitian tersebut, mengungkapkan bahwa ia
dan rekan-rekannya tertarik untuk mempelajari efek-efek negatif dari
tindak kekerasan yang diterima anak-anak terhadap kesehatan mereka dalam
jangka panjang. Selain itu, Shalev yang juga bekerja di departemen
psikologi dan neuroscience di Duke University, juga mencari
tahu tentang efek kekerasan terhadap perilaku anak-anak yang
mempengaruhi sel-sel di otak mereka.
Untuk melakukan penelitian tersebut, mereka mengambil sample DNA dari setiap anak dan mempelajari telomere atau bagian paling ujung dari sebuah DNA yang “menutup” setiap bagian kromosom. Dengan berjalannya waktu, telomere akan semakin memendek karena proses pembelahan sel. Hingga akhirnya telomere akan mencapai titik di mana ia akan mati.
Para ahli menyebutkan bahwa telomere adalah alat penunjuk yang mendokumentasikan penuaan dari sel-sel tubuh.
Dalam beberapa tahun belakangan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stress dapat mempengaruhi telomere
dan membuat sel-sel menjadi tua sebelum umurnya. Dan penelitian yang
dilakukan oleh Shalev semakin memperkuat hasil studi tersebut. Anak-anak
berumur 5 hingga 10 tahun yang sering mengalami berbagai jenis
kekerasan menunjukkan sebuah “erosi” pada telomere sel-sel mereka.
“Anak-anak yang mengalami kekerasan, terbukti mengalami penuaan dini
yang lebih cepat,” ucap Shalev seperti yang dikutip dari jurnal Molecular Psychiatry. “Penemuan ini juga turut menyarankan untuk melibatkan bagian telomere sebagai penanda stress dalam sebuah riset untuk mengevaluasi efek-efek dari rasa tertekan.”
Shalev lebih jauh mengungkapkan bahwa tindak kekerasan yang diterima
akan mengakibatkan stress pada anak. Bila seorang anak telah tertekan
secara kejiwaan dan/atau pikiran, maka tekanan tersebut akan
meningkatkan tingkat oksidasi dan juga gejala peradangan di dalam tubuh.
Dua hal tersebut adalah penyebab sel-sel di dalam tubuh kita untuk
membelah lebih cepat dari yang seharusnya dan membuat anak-anak akan
mengalami penuaan dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar