Wanita sebagai Single Parent
dalam Membentuk Anak yang Berkualitas
Fenomena single parent
beberapa dekade terakhir ini menjadi marak terjadi di berbagai negara
di seluruh dunia. Pada tahun 2003, di Australia terdapat 14% keluarga
dari keseluruhan jumlah keluarga masuk dalam kategori single parent, sedangkan di Inggris pada tahun 2005 terdapat 1,9 juta single parent dan 91% dari angka tersebut adalah wanita sebagai single parent. Berdasarkan data tersebut dapat memberikan gambaran tingginya keluarga yang berstatus sebagai single parent.
Menurut Deacon dan Firebough (1988) ada beberapa faktor yang mempengaruhi status single parent.
Faktor-faktor tersebut antara lain: kehamilan sebelum menikah, kematian
suami atau istri, perpisahan atau perceraian dan adopsi. Data di
Inggris menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang berstatus single parent
adalah wanita sebagai kepala keluarga merangkap sebagai ibu rumah
tangga, dalam kata lain wanita menjalankan peran ganda. Fakta yang
terjadi di Inggris tersebut akan menunjukkan hal sama yang terjadi pada
negara lain termasuk Indonesia. Menjadi single parent dan
menjalankan peran ganda bukan merupakan hal yang mudah bagi seorang
wanita, terutama dalam hal membesarkan anak. Hal ini dikarenakan, di
satu sisi ia harus memenuhi kebutuhan psikologis anak-anaknya (pemberian
kasih sayang, perhatian, rasa aman) dan di sisi lain ia pun harus
memenuhi semua kebutuhan fisik anak-anaknya (kebutuhan sandang, pangan,
papan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan
materi). Artinya, wanita yang berstatus sebagai single parent
harus mampu mengkombinasikan antara pekerjaan domestik dan publik demi
tercapainya tujuan keluarga yang utama, yakni membentuk anak yang
berkualitas. Bukan hal yang mudah menjalankan dua peran tersebut
sekaligus dalam membentuk anak yang berkualitas. Oleh sebab itu
dibutuhkan manajemen keluarga khusus dan matang agar anak yang
dibesarkan pada kondisi keluarga single parent pun sama berkualitasnya dengan anak yang dibasarkan pada keluarga utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar